Napak Tilas Proklamasi 2026: Keluarga Hatta Tegaskan Kemerdekaan Bukan Hadiah Jepang

By Admin


Halida Hatta

nusakini.com, Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara resmi diwarnai dengan kegiatan Napak Tilas Proklamasi 2026 di Jakarta Pusat pada Minggu (16/8). Rombongan peserta memulai pawai bersejarah mereka dari pelataran Museum Joang 45 dan mengakhiri rute perjalanan panjang tersebut di kawasan Tugu Proklamasi.

Acara tahunan yang rutin digelar ini dirancang secara khusus sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi muda penerus bangsa. Tema sentral yang diusung dalam pergelaran napak tilas tersebut adalah 'Refleksi Kemerdekaan untuk Masa Kini dan Nanti'.

Halida Nuriah Hatta, selaku perwakilan keluarga Wakil Presiden pertama RI Mohammad Hatta, turut hadir langsung untuk memberikan apresiasinya. Ia menyampaikan rasa hormat yang mendalam karena keluarganya selalu dilibatkan secara aktif dalam perayaan bersejarah bangsa ini setiap tahunnya.

Dalam sambutan hangatnya, putri Bung Hatta itu secara tegas membantah narasi sejarah asing yang kerap menyebut kemerdekaan Indonesia sebagai pemberian militer Jepang. "Indonesia memperoleh kemerdekaannya, mencapai kemerdekaan nasionalnya dengan usaha sendiri," ujar Halida di hadapan para peserta pawai.

Ia juga menyoroti betapa pentingnya mengevaluasi berbagai pencapaian negara yang kini telah sukses menginjak usia 81 tahun kemerdekaan. Masyarakat Indonesia diharapkan mampu membangun sikap konsisten, dapat dipercaya, serta selalu teliti dalam menjalankan setiap pekerjaan mereka.

Lebih lanjut, Halida mengingatkan kembali pesan vital dari para pendiri bangsa yang termuat jelas di dalam Pembukaan UUD 1945. "Hidup kita harus berkualitas," katanya sembari menekankan bahwa kecerdasan bangsa tidak hanya diukur dari otak.

Menurut pandangannya, upaya untuk mengisi kemerdekaan wajib dilakukan dengan menjaga kedaulatan dan persatuan negara secara bergotong royong. Hal tersebut diyakini akan menjadi landasan yang sangat kuat bagi bangsa Indonesia untuk senantiasa mampu menentukan nasibnya sendiri di masa depan. (*)